Kolaka Utara Tekan Pengangguran, Peran Strategis Bappeda Jadi Kunci Perencanaan Pembangunan
Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara terus menunjukkan kinerja positif dalam menekan angka pengangguran melalui berbagai program strategis berbasis perencanaan yang matang. Capaian tersebut tidak terlepas dari peran sentral Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dalam menyusun arah kebijakan pembangunan yang terintegrasi dan berkelanjutan.
Berdasarkan data terbaru, angka pengangguran di Kolaka Utara mengalami penurunan signifikan. Pada tahun 2025, jumlah pengangguran tercatat sekitar 1.424 orang dengan peningkatan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) mencapai 81,53 persen. Tren ini menunjukkan bahwa program-program pemerintah daerah mulai memberikan dampak nyata terhadap penyerapan tenaga kerja.
Bupati Kolaka Utara, Nurrahman Umar, dalam forum nasional menegaskan bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil sinergi lintas sektor yang diawali dari proses perencanaan yang tepat sasaran. Dalam hal ini, Bappeda menjadi motor utama dalam merumuskan kebijakan pembangunan, termasuk dalam mengarahkan alokasi APBD agar lebih produktif dan berorientasi pada penciptaan lapangan kerja.

Kepala Bappeda Kolaka Utara, Ismail Mustafa, menegaskan bahwa setiap program yang dijalankan pemerintah daerah telah melalui tahapan perencanaan partisipatif melalui forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang). Proses ini menjadi fondasi utama dalam menyusun Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD), sehingga seluruh program benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
“Perencanaan pembangunan tidak hanya bersifat administratif, tetapi menjadi instrumen strategis untuk memastikan program yang dilaksanakan mampu menekan pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya dalam salah satu kesempatan.
Dalam praktiknya, Bappeda juga berperan dalam mengintegrasikan berbagai sektor unggulan daerah, seperti pertanian, jasa, dan industri, ke dalam kebijakan pembangunan. Data menunjukkan bahwa sektor pertanian masih menjadi penyerap tenaga kerja terbesar di Kolaka Utara, disusul sektor jasa dan manufaktur.
Selain itu, di tengah keterbatasan fiskal daerah, Bappeda turut memastikan efisiensi dan efektivitas penggunaan anggaran melalui penajaman prioritas program. Langkah ini dilakukan agar setiap rupiah dalam APBD dapat memberikan dampak maksimal terhadap pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.
Perencanaan jangka menengah daerah yang tertuang dalam RPJMD 2025–2029 juga menjadi acuan penting dalam menekan pengangguran. Dokumen tersebut menitikberatkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan sektor unggulan, serta pembangunan infrastruktur ekonomi sebagai penggerak utama pertumbuhan.
Ke depan, Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara melalui Bappeda akan terus memperkuat perencanaan berbasis data dan kebutuhan riil masyarakat, sekaligus memastikan keberlanjutan program-program strategis hingga tahun 2028.
Dengan sinergi yang kuat antara kepala daerah dan perangkat perencanaan, Kolaka Utara optimistis mampu menjaga tren penurunan pengangguran sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.